5 Destinasi Wisata Anti Mainstream di Bandung

Perlu berlibur sesaat untuk hilangkan capek? Ke Bandung saja, yok! Bandung memang dikenali sebagai wilayah yang mempunyai beberapa tempat rekreasi yang memikat. Tidak itu saja saja, Bandung mempunyai banyak cafe yang dapat jadi tempat kongkow yang asyik dan aesthetic, lo.

Langsung saja, di bawah ini referensikan 5 tempat kongkow dan rekreasi antimainstream yang aesthetic di Bandung. Ditanggung, referensi ini akan membuat berliburmu ke Bandung jadi berlibur yang hebat dech.

Babakan Siliwangi

Posisi: Jl. Tamansari No. 73, Lb. Siliwangi, Kec. Coblong, Bandung

Babakan Siliwangi atau Baksil adalah salah satunya ruangan terbuka hijau yang menjadi arah rekreasi antimainstream di Kota Bandung. Di sini, kamu dapat berjalan di Forest Walk untuk menyaksikan hijaunya rimba kota yang asri dan terbangun kelestariannya.

Forest Walk sendiri adalah lajur panjang yang dibuat dari kayu, yang diperlengkapi dengan beberapa kursi dan meja. Maka kecuali nikmati asrinya rimba kota, kamu juga bisa rekreasi sambil berpose riang karena banyak spot yang nampak aesthetic. Untuk masuk di Baksil, pengunjung tidak dikenai biaya masuk atau cuma-cuma. Ongkos cuman dikenai untuk parkirkan kendaraan saja.

Orchid Forest Cikole

Posisi: Jl. Tangkuban Parahu Km. 8, Cikole, Kec. Lembang, Bandung

Berubah ke wilayah Lembang, kamu dapat jalan-jalan ke taman anggrek paling besar di Indonesia, yaitu Orchid Forest Cikole. Di sini, kamu akan mendapati beberapa ratus koleksi anggrek yang elok, dan nikmati situasi rimba yang menganakemaskan mata. Tempat rekreasi ini menjadi salah satunya arah rekreasi antimainstream yang tidak kalah aesthetic.

Kecuali taman anggrek, Orchid Forest Cikole ini mempunyai banyak spot menarik, seperti jembatan menggantung, taman lampu, dan taman kelinci. Bertandanglah di sore atau mendekati malam hari, karena dekor lampu di seluruh penjuru tempat rekreasi ini akan nampak memikat. Untuk masuk di Orchid Forest, kamu akan dikenai ongkos Rp40.000.

Bukit Moko

Posisi: Dusun Cimenyan, Kec. Cimenyan, Bandung

Tetap dengan situasi rimba, Bukit Moko menjadi alternative rekreasi dengan situasi rimba pinus yang aesthetic. Kecuali rimba pinus, kamu bisa juga nikmati panorama Kota Bandung dari ketinggian. Di sini ada juga tempat makan dengan panorama langsung ke Kota Bandung, namanya Warung Daweung.

Saat yang terbaik untuk berkunjung Bukit Moko ialah sore ke malam hari. Kamu dapat nikmati panorama matahari tenggelam yang cantik, dan menyaksikan berkilaunya beberapa lampu kota. Biaya masuk di Bukit Moko cuman Rp15.000 saja.

Sunrise Poin Cukul

Posisi: Jl. Cukul, Sukaluyu, Kec. Pangalengan, Bandung

Walau termasuk baru, tempat rekreasi antimainstream ini menyajikan panorama alam yang bukan main cantiknya. Kamu dapat melihat panorama terbitnya matahari yang paling elok dari balik Gunung Wayang. Disamping itu, bentangan kebun teh yang tertutup kabut membuat panorama nampak eksotis.

Buat kamu yang menyukai camping, kamu dapat coba camping di Sunrise Poin Cukul supaya tidak telat melihat matahari keluar. Janganlah lupa untuk bawa baju super hangat, karena temperatur di sini dapat capai 10-13 derajat Celsius saat malam hari. Harga ticket masuknya benar-benar murah, yaitu Rp10.000 saja.

Utara Café

Posisi: Jl. Sekejolang, Ciburial, Kec. Cimenyan, Bandung

Senang berkunjung bermacam tempat rekreasi, waktunya kongkow asyik di cafe. Kamu dapat tiba ke Utara Café yang instagrammable dan aesthetic. Disebutkan demikian, karena Utara Café menyajikan panorama bukit-bukit yang cantik, dan design bangunan yang unik seperti Igloo di Kutub Utara.

Harga minuman dan makanan di sini tidak begitu mahal. Untuk minuman dibandrol Rp15.000-Rp30.000 saja, sedang untuk makanan sekitar di antara Rp18.000-Rp70.000 (khusus untuk menu paket shabu).

More from our blog

See all posts